Festival Bakcang, Kepercayaan, Mitos Dan Sejarah

Festival Bakcang, Kepercayaan, Mitos Dan Sejarah

ALEXSIERRA.web.id - Festival Duan Wu atau yang lebih dikenal dengan festival bakcang oleh masyarakat keturunan tionghoa akan jatuh pada tanggal 7 Juni 2019.

Salah satu acara akbar yang akan diselenggarakan di Sumatera Barat adalah Festival 10ribu Bakcang & 10ribu Lamang Baluo. Festival yang menggabungkan kuliner dan budaya dari minangkabau.

Festival ini akan digelar di jalan Batang Arau, Kota Padang. Selain untuk memajukan wisata kuliner di sumbar, Festival ini menargetkan Rekor Muri dalam mendatangkan wisatawan mancanegara sebesar 20juta orang.

Kepercayaan Dalam Tradisi Makan Bakcang


Hari Makan Bakcang yang dikenal dengan istilah (Festival Peh Cun ; Bacanya yang benar yah) biasanya lebih dikenal dengan Festival perahu naga.

Perayaan perahu naga didasari dari sejarah untuk mengenang Qu Yuan, Cao E & Wu Zixu. Untuk Lebih Lengkapnya anda bisa membaca Sejarah Festival Duan Wu dari Portal Dinaviriya.

Perayaan Perahu naga sendiri sudah menjadi libur nasional di tiongkok sejak tahun 2006. Pada saat itu, Festival ini terpilih menjadi warisan budaya non benda Tiongkok (National Intangible Cultural).

Seperti Halnya Festival Hungry Ghost, Festival Duan Wu juga banyak kepercayaannya tersendiri seperti :

Festival Bakcang, Kepercayaan, Mitos Dan Sejarah

- Makan Bakcang


Siapa yang tidak mengenal Bakcang? Kuliner yang diibaratkan Lontongnya tiongkok merupakan kuliner lezat yang hanya bisa dicicipi setahun sekali di Indonesia.

Dalam Legendanya, Bakcang digunakan untuk pengganti makanan ikan-ikan dimana jasad Qu Yuan tenggelam atau sebagai persembahan untuk Jasad Qu Yuan.


- Menggantung Rumput Ai


Mitos Festival Bakcang paling kental adalah menggantungkan rumput Ai di jendela, Mengapa? Festival Duan wu Biasanya jatuh di musim panas yang merupakan musim yang banyak penyakitnya.

Salah satu cara menangkalnya adalah menggunakan Rumput AI sebagai pembersihan dan pengusiran penyakit yang akan melanda.

untuk Kepercayaan Festival Bakcang Lainnya, Silahkan Kunjungi Portal www.tionghoa.info untuk lebih mengenal banyak tradisi & kepercayaan Tionghoa.


Mitos Dalam Tradisi Makan Bakcang


Salah Satu hal menarik yang bisa dijumpai khusus di Festival Bakcang adalah Telur yang dapat berdiri tegak pada jam 12 Tengah hari & Mandi Air yang dijemur pada tengah hari.

Festival Bakcang, Kepercayaan, Mitos Dan Sejarah

- Mendirikan Telur


Menurut mitosnya, Saat Festival Bakcang tepat di jam 12 siang hari, Gravitasi bumi akan melemah dan matahari akan memancarkan cahaya yang paling kuat.

Selain itu, telur tidak boleh dijemur, dicui ataupun dimasukkan ke dalam Freezer. Syarat itulah yang akan membuat telur dapat berdiri tegak tepat di jam 12 siang.

- Mandi Menggunakan Air yang dijemur


Nah, Hal ini sering saya lakukan sewaktu kecil. Menurut legendanya air yang di jemur pada festival Bakcang tepat di jam 12 siang akan memancarkan energi Qi yang besar.

Dari Energi tersebut, segala penyakit yang ada di dalam tubuh akan ikut terbuang oleh air jemuran tersebut.

Sungguh mitos yang luar biasa, Namun hal tersebut tetaplah sebuah Adat yang harus kita pertahankan sampai anak cucu kita. Hidup tanpa sebuah tradisi bagaikan hidup tanpa sejarah.

Posting Komentar

0 Komentar